Jumat, 30 Maret 2012

Hummingbird Heartbeat by Katy Perry

You make me feel like I'm losing my virginity
The first time every time when you touch me
I make you bloom like a flower that you never seen
Under the sun we are one buzzing energy

Let's pollinate to create a family tree
This evolution with you comes naturally
Some call it science we call it chemistry
This is the story of the birds and the bees

Even the seasons change
Our love still stays the same

You give me the hummingbird heartbeat
Spread my wings and make me fly
The taste of your honey is so sweet
When you give me the hummingbird heartbeat, hummingbird heartbeat
Oh oh
Hummingbird heartbeat
Oh oh
Hummingbird heartbeat

I've flown a million miles just to find a magic seed
A white flower with the power to bring life to me
You're so exotic my whole body fluttering
Constantly craving for a taste of your sticky sweet

I was on the brink of a heart attack
You gave me life and keep me coming back
I see the sun rise in your eyes, your eyes
We've got a future full of blue skies, blue skies

Even the seasons change
Our love still stays the same

You give me the hummingbird heartbeat
Spread my wings and make me fly
The taste of your honey is so sweet
When you give me the hummingbird heartbeat, hummingbird heartbeat
Oh oh
Hummingbird heartbeat
Oh oh
Hummingbird heartbeat

You love me, you love me
Never love me not, not, oh no
When we hear a perfect harmony
You make me sound like, like a symphony

Spread my wings and make me fly
The taste of your honey is so sweet
When you give me the hummingbird heartbeat, hummingbird heartbeat

You give me the hummingbird heartbeat
Spread my wings and make me fly
The taste of your honey is so sweet
When you give me the hummingbird heartbeat, hummingbird heartbeat
Oh oh
Hummingbird heartbeat
Oh oh
Hummingbird heartbeat
Oh oh
Hummingbird heartbeat
Oh oh
Hummingbird heartbeat

Senin, 06 Februari 2012

Olivia Ong - Make It Mutual

A quiet moment making my footprints on the sand.
A sweet feeling comes surrounding me.
It's delirious.
Now that's a sugar rush.
My heart is beating oh so fast,
And I dun wanna fall too deep but I want to make it last

There's no need to rush.
We can take our time. Let it go the natural way.
We begin as friends?
And who knows what ?
Where this could be taking me

In this nice cool breeze.
Yes I am all at ease.
When I gush.
And this sweet feeling comes to me.
Can't deny, can't lie, can't really face the truth.
And I wonder if you're feeling the same way too

You know what I would like?
I'd like to get to know you more.
Make that mutual.
Boy, you know you wanna know me too

This is how you make me feel.
When you're here, I feel your vibe,
And I hope I don't fall into deep too fast

You're not the type,
Who'll rush into things.
And let it slip away. Yeah,
I like your type.
Caught up in this ride.
It's kinda silly but I'll say

In this nice cool breeze,
Yes I am all at ease.
When I gush.
And this sweet feeling comes to me.
Can't deny, can't lie, can't really face the truth.
And I wonder if you're feeling the same way too

Jumat, 30 Desember 2011

Hourglass

Judul: Hourglass
Pengarang: Claudia Gray
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Tahun: 2011
Novel ke-3 dari seri Evernight (4 novel)
Cover Bahasa Indonesia







"Kau telah memutar jam pasirnya." Perkataan ibu Bianca saat Bianca masih tinggal di Evernight tersebut adalah inti cerita pada novel ini. Sejak meminum darah segar untuk pertama kalinya, Bianca seperti mengalami masa transisi. Ia memang manusia setengah vampir, namun itu tak akan berlangsung lama.

Setelah peristiwa pembakaran Evernight oleh Salib Hitam, Bianca kabur dari orang tuanya dan menjadi bagian dari Salib Hitam. Raquel, teman sekamar Bianca juga ikut bergabung. Hari-hari yang berat terus dilalui Bianca dengan bantuan Lucas. Ia belajar cara membunuh vampir, kelemahan vampir dan bertarung, walaupun dirinya sendiri merupakan manusia setengah vampir. Tidak ada yang mengetahui jati dirinya kecuali Lucas. Dunianya menjadi sangat berbeda ketika ia bergabung dengan Salib Hitam, dimana setiap hari ia harus melakukan pekerjaan berat.

Menetap bersama kelompok Salib Hitam bukanlah hal yang diinginkan Lucas dan Bianca, namun mereka tidak memiliki pilihan. Untuk dapat hidup hanya berdua mereka membutuhkan uang yang cukup dan Lucas masih mengumpulkannya. Masalah datang ketika Mrs. Bethany, kepala sekolah Evernight berhasil melacak markas Salib Hitam di New York. Vampir-vampir pun bersatu untuk membalaskan dendam mereka atas pembakaran Evernight dengan menghancurkan markas Salib Hitam.

Di tengah perubahan-perubahan aneh pada tubuh Bianca, berbagai kesulitan dan kejutan tidak henti-hentinya datang. Hingga jati diri Bianca dan Lucas--yang juga memiliki kekuatan dan kelemahan vampir-- diketahui oleh Raquel dan Dana, teman baik Lucas. Anggota Salib Hitam yang lain pun akhirnya mengetahui hal itu.



Overall feel dan alur cerita pada novel ini pasang surut. Ada bagian dimana kita merasa bosan membacanya, namun di bagian lain, banyaknya kejutan membuat kita penasaran dan terus membacanya sampai selesai. Konflik berbelit baru ditonjolkan pada bagian tengah hingga akhir buku.

Seperti biasa, pengarang sukses membuat cerita biasa yaitu semacam kawin lari, menjadi bacaan yang menarik. Jika dibandingkan dengan stargazer (novel sebelumnya), hourglass menurut saya lebih menegangkan dan tidak terduga. Semoga reviewnya membantu :)


Selasa, 29 November 2011

The Rosary Murderer

Judul: The Rosary Murderer (Original: The Rosary Girls)
Pengarang: Richard Montanari
Penerbit: Dastan Books
Tahun terbit: 2007
Tebal buku: 604 halaman
Cover Bahasa Indonesia






Udah ngerasa serem dengan ngeliat covernya? Yak, mencoba membaca genre lain selain fantasi, The Rosary Murderer akhirnya saya pilih dan beneran ini novel keren banget! Dari semua novel yang pernah aku baca (termasuk fantasi)

Novel international bestseller ini bergenre thriller dan berlatar Philadelphia, AS. Jessica Balzano adalah seorang detekrif polisi yang baru saja pindah ke unit pembuhunan. Hanya beberapa jam setelah kedatangannya ke unit pembunuhan tersebut, ia telah mendapat tugas pertamanya. Dengan bantuan mitranya, Kevin Bryne mereka memulai penyelidikan atas kasus pembunuhan tersebut.

Seorang gadis ditemukan tewas di salah satu rumah tak terurus di daerah kumuh Phili. Lehernya patah. Tangan gadis tersebut dalam keadan berdoa dan disatukan dengan mur/baut yang menembus telapak tangannya. Terdapat pula rosario pada tangan korban. Pada dahinya terdapat tanda salib. Korban diketahui bersekolah di sekolah Katolik dari baju seragam yang dipakainya.

Tak ada satu sidik jari pun pada korban dan di TKP. Petunjuk yang sangat minim menyulitkan Jessica dan Kevin untuk mencari pembunuh keji ini. Keesokan harinya, seorang gadis yang berasal dari sekolah Katolik juga ditemukan tewas dengan cara yang sama. Korban lain ditemukan beberapa hari setelah korban pertama ditemukan. Pada pembunuhan yang telah berpola ini, terdapat hal yang janggal. Korban-korban seperti dibunuh untuk satu ritual religius bagi si pembunuh.

Di tengah kelelahan badan dan pikiran. Antara masalah pribadi yang berkecamuk dan masalah pekerjaan yang mengalami kebuntuan dan keputusasaan, Jessica dan Kevin harus terus berjuang dan mencari pembunuh rosario ini. Tak jarang, mereka melakukan kesalahan terhadap dugaan mereka.

Seperti novel-novel tentang pembunuhan lainnya, kita berkali-kali dibuat yakin tentang tersangka pada kasus tersebut--dan berkali-kali keliru pula. Novel ini sangat memikat pembaca. Bahasanya membawa pembaca pada emosi-emosi kompleks yang dialami detektif-detektif dan si pembunuh itu sendiri. Penulis (dan penerjemah) sukses membuat pembaca merasakan keputusasaan para detektif juga merasakan perburuan yang berpacu dengan waktu--sebelum lebih banyak lagi korban yang jatuh. Bagian akhir cerita yang dibuat menegangkan memang terasa sangat menegangkan. Two thumbs up for rosary murderer